Showing posts with label pengalaman. Show all posts
Showing posts with label pengalaman. Show all posts

Friday, January 23, 2026

Pengalaman Mimin Coba Belalang Goreng yang Dibeli Online

Pernah nggak sih brosis merasa penasaran dengan makanan unik daerah gunung kidul tepatnya! Nah, kali ini mimin mau berbagi pengalaman nyoba belalang goreng yang baru saja mimin pesan secara online. Sebelumnya memang udah sering denger kabar tentang makanan khas yang satu ini, tapi baru berani cobain sekarang.

Mimin pesan melalui platform belanja online dengan harga 15.000 rupiah untuk kemasan 30 gram. Saat itu mimin memilih varian rasa asin gurih, meskipun ada pilihan lain seperti rasa asin pedas dan manis pedas yang juga terlihat menarik. Proses pemesanan cukup mudah dan paket datang tepat waktu sesuai estimasi pengiriman.

Ketika paket dibuka, pertama kali yang dilihat mimin adalah ukuran belalangnya yang cukup kecil. Belalang tersebut sudah digoreng kering hingga warnanya kecoklatan keemasan. Awalnya mimin sedikit khawatir apakah rasanya akan sesuai dengan ekspektasi, karena memang sebelumnya belum pernah mencoba makanan berbahan dasar serangga apapun.

Setelah mencoba satu biji, ternyata rasa belalang goreng ini cukup mengejutkan! Rasanya mirip seperti udang goreng, tepatnya udang goreng kecil yang digoreng kering hingga kriuk di setiap gigitan. Rasa asin gurihnya pas, tidak terlalu asin dan memberikan sensasi kenikmatan tersendiri. Teksturnya yang renyah membuatnya sangat nikmat ketika dikunyah.

Mimin juga mencoba menyantapnya bersama nasi hangat dan sambal, dan hasilnya sungguh pas banget! Rasa gurih dari belalang goreng berpadu dengan kesegaran nasi hangat dan pedesan sambal memberikan kombinasi rasa yang lezat. Bagi brosis yang suka makanan dengan tekstur kriuk, mungkin akan sangat menyukainya.

Namun perlu dicatat, belalang goreng yang mimin coba kali ini berukuran kecil. Mimin sendiri belum pernah mencoba varian belalang goreng yang berukuran lebih besar, jadi tidak bisa berkomentar mengenai perbedaan rasa atau tekstur jika dibandingkan dengan yang berukuran besar. Mungkin saja belalang yang lebih besar memiliki tekstur dan rasa yang sedikit berbeda.

Secara keseluruhan, pengalaman pertama mimin mencoba belalang goreng ini cukup menyenangkan. Harganya yang terjangkau dan rasanya yang tidak mengecewakan membuat mimin ingin mencoba varian rasa lain seperti asin pedas atau manis pedas di lain waktu. Bagi brosis yang juga penasaran, mungkin bisa jadi pilihan menarik untuk dicoba.

 

 

Wednesday, December 10, 2025

Suka Duka Mimin Menghidupkan Kembali PC Jadul AMD Phenom II

Baru-baru ini, Mimin mengalami kejadian menarik saat mencoba menghidupkan kembali komputer jadul kesayangan, sebuah AMD Phenom II. Awalnya, semua bermula ketika hardisk lama mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Setiap kali komputer dinyalakan, selalu muncul notifikasi untuk segera membackup data. Meskipun masih bisa masuk ke Windows, notifikasi itu muncul terus-menerus, membuat Mimin merasa risih.

Karena merasa terganggu, Mimin memutuskan untuk membeli hardisk SATA 3,5 inch lagi, meskipun bekas. Untungnya, Mimin berhasil mendapatkan hardisk Seagate 500GB dengan harga yang cukup terjangkau, yaitu Rp95.000. Begitu hardisk baru di tangan, Mimin langsung memasangnya dengan tujuan memindahkan semua data dari hardisk lama.

Proses pemindahan data berjalan lancar, hampir 99% data berhasil dipindahkan ke hardisk baru. Namun, ada beberapa file yang menolak untuk dipindahkan. Setiap kali Mimin mencoba memindahkan file-file tersebut, hardisk malah mengeluarkan bunyi aneh dan akhirnya not responding. Karena panik, Mimin terpaksa menekan tombol power untuk mematikan komputer. Dari situ, Mimin menyimpulkan bahwa hardisk lama memang sudah bermasalah dan tidak bisa diandalkan lagi.

Akhirnya, Mimin beralih menggunakan hardisk baru yang kapasitasnya lebih besar dari hardisk sebelumnya. Karena ini PC jadul, Mimin memutuskan untuk memasang sistem operasi Windows 7 Home Edition. Untungnya, Mimin punya lisensi Windows yang ORI. Proses instalasi ternyata berjalan lebih cepat dibandingkan saat menggunakan Windows XP dulu.

Singkat cerita, Windows 7 berhasil terinstal dengan sukses. Namun, masalah pertama muncul pada bagian display. Ternyata, display hanya terbaca 16 bit. Penasaran, Mimin mencoba mengecek DirectX11 dan ternyata benar saja, untuk display terbaca "ati atombios" dan semua fitur DirectX11 tidak tersedia alias "not available". Anehnya, driver untuk suara dan perangkat onboard lainnya sudah otomatis terbaca dengan baik.

Inilah suka duka pertama saat menginstal PC jadul: driver yang dibutuhkan ternyata sudah tidak ada. Mimin pun mulai mencari driver di internet. Untuk VGA onboard PC ini adalah ATI Radeon HD 4200. Setelah mencari dan mengunduh driver yang sesuai, Mimin mencoba menginstalnya. Sayangnya, setelah diinstal, DirectX 11 tetap tidak terbaca untuk seri VGA onboard tersebut.

Merasa percuma, Mimin mencoba memperbarui DirectX 11 dengan versi yang lebih muda. Namun, setelah proses setup selesai, hasilnya tetap sama. Karena PC ini adalah PC build up dari HP, Mimin akhirnya mencari driver khusus untuk PC HP dengan seri HP Compaq 6005 Pro MT PC. Setelah mencari lebih jauh, akhirnya Mimin menemukan driver yang tepat. Mimin memilih driver VGA onboard ATI Radeon HD 4200 versi terbaru, yaitu tahun 2012.

Setelah diunduh dan diinstal, hasilnya sangat memuaskan. DirectX 11 berhasil mengenali VGA dengan nama ATI Radeon HD 4200 dan semua fitur DirectX aktif. Masalah display pun teratasi.

Setelah masalah display selesai, Mimin tinggal menginstal aplikasi-aplikasi yang diperlukan. Ingat, karena ini PC jadul, jadi aplikasi yang diinstal juga aplikasi jadul ya, brosis.

Itulah pengalaman Mimin suka duka menghidupkan kembali PC lama. Meskipun PC ini hanya digunakan untuk menyimpan data saja, proses menghidupkannya kembali memberikan tantangan tersendiri. Tapi ingat ya, Windows 7 sudah tidak mendapatkan update terbaru dari Microsoft, jadi tidak disarankan untuk digunakan online.

Semoga pengalaman ini bisa memberikan gambaran tentang suka duka menghidupkan kembali PC jadul, btw apakah brosis masih ada yang masih pakai PC jadul? Apakah malah sudah diloakkan?!

Tuesday, November 18, 2025

Setelah Berpuluh Tahun, Jetpump Akhirnya Diganti: Pengalaman dengan Pompa Submersible

Setelah setia menemani selama puluhan tahun, akhirnya tiba juga saatnya pompa air jetpump di rumah Mimin pensiun. Usianya yang sudah uzur diduga menjadi penyebab utama, apalagi setelah Kang Pompa panggilan akrab tukang servis pompa andalan Mimin mendiagnosis spull-nya gosong. Tanpa pikir panjang, Mimin memutuskan untuk membeli pompa air baru. Pilihan jatuh pada pompa air submersible atau pompa celup.

Singkat cerita, setelah mengeluarkan kocek sebesar 2,5 juta rupiah, pompa submersible baru pun terpasang lengkap dengan ongkos pasang. Mimin juga mendapat tambahan pipa paralon sepanjang 2 meter dengan harga 40 ribuan. Awalnya, semua berjalan lancar. Pompa bekerja dengan baik dan kebutuhan air di rumah terpenuhi.

Namun, kebahagiaan itu tak berlangsung lama. Beberapa minggu kemudian, Mimin mendapati pompa airnya tidak mengeluarkan suara sama sekali alias hening. Indikator terminal lampu memang menyala merah, tapi air tak kunjung keluar. Panik? Tentu saja! Apalagi ini pompa baru, masa’ sudah rusak?

Dengan perasaan was-was, Mimin mencoba mematikan dan menyalakan kembali pompa tersebut. Saat itulah, mata Mimin tertuju pada sebuah tombol kecil di bawah tombol power. Tombol itu tampak menonjol. Insting Mimin mengatakan ada sesuatu yang tidak beres di sini. Tanpa ragu, Mimin menekan tombol tersebut.



Ajaib! Pompa air kembali menyedot air dengan normal. Lega rasanya! Dari kejadian ini, Mimin menarik kesimpulan bahwa jika listrik di rumah anjlok alias njeglek, tombol di terminal pompa submersible akan otomatis menonjol. Solusinya cukup sederhana: tekan kembali tombol tersebut, dan pompa akan kembali berfungsi seperti semula.

Pengalaman ini menjadi pelajaran berharga bagi Mimin. Ternyata, masalah pompa air mati tidak selalu berarti kerusakan fatal. Bisa jadi, hanya karena njeglek dan tombol pengaman yang aktif. Kalau langsung dibawa ke tukang servis, kan rugi bandar, Brosis!

Jadi, buat Brosis yang mengalami masalah serupa dengan pompa submersible-nya, jangan panik dulu. Coba cek dulu bagian tombol di terminal pompa. Siapa tahu, masalahnya hanya njeglek dan bisa diatasi dengan mudah. Semoga pengalaman Mimin ini bermanfaat, ya!