Halo brosis! Kali ini mimin mau berbagi pengalaman nyata yang mungkin bisa jadi pertimbangan buat brosis semua, terutama yang lagi berencana membersihkan kerak karbon di mesin motor pakai carbon cleaner foam. Motor mimin adalah Yamaha Soul GT 115 yang sekarang sudah berusia 14 tahun, sudah cukup lama menemani perjalanan mimin ya brosis.
Sejak lama mimin sering mengalami gejala lost kompresi, pertama kali muncul sekitar tahun 2021 dan baru-baru ini kambuh lagi. Setelah 14 tahun pemakaian, akhirnya mimin memutuskan untuk melakukan gurah mesin. Hasilnya memang motor terasa lumayan enteng, tapi sayangnya rasa ngempos saat akselerasi masih terasa. Karena tidak yakin kondisinya, mimin akhirnya memutuskan mengganti piston full set dan per klep dengan kisaran harga sekitar Rp380.000, menggunakan komponen ORI Yamaha. Klep payung in-out serta blok silinder ternyata kondisinya masih baik dan layak pakai, jadi tidak perlu diganti, cukup diganti ring piston dan per klep saja setelah 14 tahun pemakaian.
Nah, yang menarik terjadi saat piston lama mimin coba tes pakai carbon cleaner foam. Sebelumnya mimin sudah menggunakan produk ini dengan menyemprotkannya ke bagian throttle body dan ruang pembakaran lewat lubang busi. Namun setelah piston lama dibongkar, mimin penasaran dan langsung menyemprotkan carbon cleaner foam tersebut ke permukaan piston yang tertutup kerak karbon tebal dan mengeras.
Hasilnya? Karbon yang sudah mengeras dan menempel kuat tidak rontok sama sekali! Mimin coba semprot berulang kali dan biarkan cukup lama sesuai petunjuk pemakaian, tapi kerak karbon yang keras dan tebal tetap menempel di permukaan piston. Tidak ada perubahan berarti. Akhirnya satu-satunya cara membersihkannya tetap harus dikerok secara manual dengan hati-hati. Jadi kesimpulannya: carbon cleaner foam tampaknya lebih efektif untuk kerak karbon yang masih tipis dan baru terbentuk, namun kurang ampuh untuk kerak yang sudah mengeras dan menempel lama seperti di motor mimin ini.
![]() |
| Kerak tidak bisa hilang, harus dikerok |
Karena mimin sudah membeli piston baru, alhasil tinggal pasang langsung saja. Harapan mimin tentu setelah penggantian ini masalah lost kompresi tidak akan muncul lagi ya brosis!
Untuk perawatan ke depannya, mimin berencana rutin mengisi BBM Pertamina Turbo sekitar seminggu sekali, bahan bakar ini memiliki aditif pembersih yang membantu menjaga kebersihan ruang pembakaran agar kerak karbon tidak menumpuk terlalu cepat. Saat ini motor masih dalam masa semi-inreyen, jadi mimin batasi kecepatan maksimal hanya di 40 km/jam. Penggantian oli baru akan dilakukan setelah jarak tempuh mencapai 500 km.
Intinya brosis: jangan sepenuhnya mengandalkan cairan pembersih saja jika kerak karbon sudah tebal dan keras di mesin motor yang sudah berumur. Pemeriksaan dan pembersihan fisik tetap tidak tergantikan. Semoga pengalaman mimin ini bermanfaat buat brosis semua!




