Wednesday, April 8, 2026

Hari Apes Tak Terduga! Channel Mimin Kena Demonetisasi karena Konten Berulang 😭

Halo brosis semua! Siapa sangka ya, nasib itu emang gak ada yang tahu. Tiba-tiba di tanggal 8 April 2026 tepatnya hari ini, Mimin dapat notifikasi yang bikin jantung berdegup kencang dan langsung kaget dari YouTube.

Begitu Mimin buka notifikasinya, ternyata isinya bener-bener bikin sedih. Setelah cek di bagian penghasilan YouTube Studio, ada pemberitahuan resmi kalau channel saat ini tidak bisa memperoleh penghasilan lagi alias demonetisasi. Alasannya jelas banget tertulis di situ: "Konten Berulang" atau Repetitive Content.

 

Kenapa Bisa Terjadi?

Jujur saja, setelah Mimin baca detailnya dan cek ulang isi channel, emang bener sih alasannya. Kebanyakan konten yang Mimin upload itu seputar game Mobile Legends, terutama bagian YouTube Shorts.

 


Karena sering bikin konten yang temanya mirip-mirip, akhirnya algoritma YouTube mendeteksi bahwa konten-konten tersebut dianggap kurang orisinal dan terlalu banyak pengulangan. Padahal niatnya cuma mau cepat bagi-bagi info seru ke brosis semua, eh ternyata malah kena aturan monetisasi. 😔

Apa Langkah Mimin Selanjutnya?

Setelah baca notifikasi itu, ada 2 opsi yang diberikan pihak YouTube:

1. Mengajukan Banding: Opsi ini bisa dilakukan kalau Mimin merasa keputusannya salah atau ada kesalahan sistem.

2. Memperbaiki Konten: Menghapus video yang bermasalah dan memperbarui detail video yang masih tersisa.

Nah, setelah dipikir-pikir matang dan dicek satu per satu, Mimin memutuskan untuk tidak melakukan banding. Soalnya Mimin sadar kalau emang betul ada banyak video Shorts yang kontennya mirip atau berulang. Jadi rasanya percuma kalau banding, toh faktanya memang begitu adanya.

Rencana Bangkit Lagi!

Mimin memilih untuk menunggu dan melakukan perbaikan total. Targetnya adalah di tanggal 5 Juli 2026 nanti. Rencananya, Mimin akan:

- Menghapus video-video Shorts lama yang dianggap berulang atau kurang unik.

- Memperbarui detail video yang masih dipertahankan, mulai dari judul, deskripsi, sampai tag agar lebih SEO friendly dan unik.

- Pastikan ke depannya konten Mobile Legends sudah stop alias pensiun di YouTube, tapi jangan khawatir Mimin masih berkarya dengan update kisaran MLBB diblog mimin pastinya.

Meskipun sekarang harus berhenti dulu dapat penghasilan, semoga dengan usaha bersih-bersih dan perbaikan ini, channel Mimin bisa kembali dimonetisasi dan normal lagi seperti sediakala ya!

Doakan yang terbaik ya brosis! Semoga rezeki lancar kembali dan bisa terus bagi-bagi konten seru buat kalian semua. Aamiin! 🙏✨

MLBB x Naruto Shippuden Phase 2: Kenapa Terasa Biasa Saja?

Halo brosis! Kolaborasi Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) dengan Naruto Shippuden kembali hadir di Phase 2, dan kali ini yang menjadi sorotan adalah skin Minato Namikaze untuk hero Gusion serta Itachi Uchiha untuk Julian. Meskipun kedua karakter ini sangat ikonik dan penggemar sudah lama menantikan kehadirannya, banyak yang merasa bahwa event kali ini terasa "biasa saja" bahkan cenderung sepi dibandingkan dengan Phase 1 yang dulu begitu heboh.


Perbedaan Jauh dengan Phase 1

Ingat gak saat Phase 1 dulu? Rasanya seluruh Land of Dawn berubah menjadi Desa Konoha! Bukan cuma skin, tapi hampir semua elemen di game diubah total. Ada skin untuk hero baru seperti Suyou (Sasuke), Lukas (Naruto), dan Kalea (Sakura) yang langsung jadi favorit. Tampilan beranda juga diubah dengan figur Naruto Uzumaki yang besar dan mencolok, bikin siapa saja yang masuk game langsung merasa "wah, ini beneran event kolaborasi besar nih!"

Yang paling keren, map Land of Dawn benar-benar diubah nuansanya. Turret, minion, base, bahkan Lord diganti menjadi Uchiha Madara dengan tampilan dan animasi pertarungan yang epik banget. Setiap kali main rasanya kayak lagi masuk ke dunia Naruto asli, bukan cuma main game biasa.


Apa yang Ada di Phase 2?

Nah, di Phase 2 ini, rasanya semangat itu agak menurun. Yang hadir cuma dua skin baru saja: Minato (Gusion) dan Itachi (Julian). Meskipun desainnya tetap bagus—Minato dengan teknik Flying Raijin yang bikin gerakannya makin cepat, dan Itachi dengan Mangekyo Sharingan serta ninjutsu apinya yang memukau—tapi jumlahnya terasa kurang banyak.

Selain itu, tidak ada perubahan besar pada tampilan game seperti dulu. Map tetap sama, beranda juga tidak ada perubahan signifikan (Marcel), dan Lord tetap seperti biasa. Rasanya kurang "wah" dibandingkan dulu.

Yang juga jadi pembicaraan adalah skin gratisnya. Dulu di Phase 1, kita bisa dapat skin Gaara untuk Vale secara gratis, yang mana itu adalah salah satu karakter penting di Naruto. Tapi kali ini, skin gratisnya adalah Ember Gaze untuk Valir. Meskipun desainnya agak mirip ninja dan tetap bagus, tapi jelas bukan karakter dari Naruto Shippuden. Jadi rasanya agak kurang pas dengan tema event.


Apakah Brosis Juga Merasakan Hal yang Sama?

Jujur saja, mimin sendiri juga merasa event Phase 2 ini terasa lebih tenang dan kurang heboh. Mungkin karena ekspektasi kita sudah tinggi setelah Phase 1 yang begitu luar biasa. Atau mungkin karena konten yang disajikan kali ini memang lebih sedikit dan tidak ada perubahan besar pada tampilan game.

Tapi tenang saja, meskipun terasa sepi, skin Minato dan Itachi tetap layak dikoleksi buat para penggemar Naruto dan kolektor skin. Kualitasnya tetap terjaga dan efek skill-nya tetap keren banget.

Nah, bagaimana dengan brosis? Apakah juga merasa bahwa kolaborasi MLBB x Naruto Shippuden Phase 2 ini terasa biasa saja bahkan cenderung sepi? Atau justru brosis tetap senang dengan kehadiran Minato dan Itachi? Yuk, tulis pendapat brosis di kolom komentar ya!

Saturday, April 4, 2026

Cara bikin pupuk cair sendiri

 Berikut adalah beberapa cara membuat pupuk cair sendiri yang cocok untuk Wolffia globosa, yang membutuhkan unsur hara nitrogen, fosfor, dan kalium (NPK) serta mikro nutrisi:


Resep 1: Pupuk Cair dari Kotoran Hewan

- Bahan: 1 kg kotoran sapi/ayam, 5 liter air, 1 sdm gula merah, 1 sdm ragi instan.

- Langkah:

1. Campurkan kotoran hewan dengan air di wadah bersih, aduk rata.

2. Tambahkan gula merah dan ragi, aduk kembali.

3. Tutup wadah dengan kain basah, simpan di tempat terlindung selama 2-3 minggu.

4. Setelah fermentasi, saring cairan dan simpan di botol kedap udara.

- Cara pakai: Encerkan 1 liter pupuk dengan 10 liter air sebelum digunakan.

 

Resep 2: Pupuk Cair dari Limbah Dapur

- Bahan: Sisa sayuran/buah-buahan (dihancurkan), air bersih (perbandingan 1:3 atau 1:4 dengan limbah), 1 sdm gula merah/molase per 5 liter campuran, 1 sdm air kapur per 5 liter campuran (opsional, untuk menetralkan pH).

- Langkah:

1. Masukkan limbah yang sudah dicacah ke wadah, tambahkan air hingga terendam.

2. Tambahkan gula merah dan air kapur (jika digunakan), aduk rata.

3. Tutup wadah dengan kain agar udara bisa masuk, biarkan 1-2 minggu dan aduk setiap 2-3 hari.

4. Saring cairan setelah fermentasi selesai.

- Cara pakai: Encerkan dengan perbandingan 1:10 dengan air.

 

Resep 3: Pupuk Cair dari Bahan Dapur Sederhana

- Bahan: 1,5 liter air kolam/air cucian beras, 1 butir telur ayam, 1 sdm micin, 1 sdm garam krosok, 1 bungkus terasi (atau tape/Yakult), 1 sdm kecap manis/gula merah.

- Langkah:

1. Kocok telur hingga rata, campurkan dengan micin, aduk merata.

2. Masukkan campuran ke dalam air kolam/air cucian beras, tambahkan garam krosok dan terasi yang sudah dihancurkan.

3. Tambahkan kecap manis, aduk hingga semua bahan tercampur.

4. Simpan dalam wadah tertutup dan biarkan fermentasi selama beberapa hari hingga aroma khas muncul.

- Cara pakai: Encerkan dengan perbandingan 1:15 dengan air sebelum diberikan ke Wolffia.

 


Catatan Penting

- Gunakan pupuk dengan dosis rendah dan berikan setiap 2 minggu sekali untuk menghindari penumpukan nutrisi yang merusak tanaman atau menyebabkan pertumbuhan ganggang liar.

- Jika menggunakan pupuk dari kotoran hewan, pastikan proses fermentasi matang untuk membunuh bakteri berbahaya.