Halo brosis, kali ini Mimin mau berbagi pengalaman unik yang baru saja terjadi dengan motor Mio kesayangan. Ceritanya awalnya cukup membuat bingung, karena tiba-tiba saja motor tidak bisa distarter tangan padahal sebelumnya tidak ada masalah sama sekali. Starter motornya juga tidak mau menyala sama sekali, padahal kondisi aki terlihat masih bagus dan tidak ada tanda-tanda kerusakan lainnya.
Setelah melakukan pemeriksaan secara bertahap mulai dari kabel aki, konektor starter, hingga bagian sistem kelistrikan lainnya, akhirnya Mimin menemukan penyebabnya – sekring yang bertanggung jawab untuk sistem starter motor telah putus! Sekring yang digunakan adalah tipe 5 Ampere, dan ternyata masalah sepele ini yang membuat seluruh sistem starter tidak berfungsi dengan baik. Walaupun sekring putus, menariknya jika Mimin mencoba starter kaki, motor tetap bisa menyala dengan normal lho brosis. Itu jadi bukti bahwa kerusakan hanya terbatas pada sistem starter elektronik dan tidak mempengaruhi bagian mesin secara keseluruhan.
Karena perlu segera mengganti sekring tersebut, Mimin memutuskan untuk membelinya secara online. Di platform yang dipilih, Mimin menemukan sekring merek KNZ yang dijual dengan paket hemat – sebanyak 10 biji dengan berbagai pilihan ampere mulai dari 5 A hingga 30 A. Harganya juga sangat terjangkau, bahkan tidak sampai 5.000 rupiah. Rasanya sangat menguntungkan karena bisa mendapatkan berbagai ukuran sekring sekaligus untuk keperluan cadangan kelak.
Setelah beberapa hari menunggu proses pengiriman, akhirnya paket sekring sampai di tangan Mimin. Namun, saat mulai mengecek barang yang diterima, muncul masalah baru – ukuran fisik sekring tersebut ternyata lebih kecil dari yang ada di motor Mio! Walaupun sudah terlanjur membeli, Mimin tidak ingin barang tersebut jadi sia-sia, jadi mencoba melihat apakah masih bisa dipasang.
Berbeda dengan sekring yang lebih besar yang pastinya tidak akan muat ke socket, sekring yang lebih kecil ini justru bisa dimasukkan ke dalam tempatnya dengan cukup rapi. Mimin mencoba memasang sekring dengan kapasitas 10 Ampere terlebih dahulu, kemudian mencoba menekan starter tangan – alhamdulillah, motor langsung menyala dengan normal! Setelah itu, Mimin menyimpan sekring dengan kapasitas 5 Ampere sebagai cadangan di dalam motor. meskipun secara tampilan kurang estetik karena ukurannya yang lebih kecil, setidaknya sekring bisa berfungsi dengan baik.
Kesimpulan dari pengalaman ini adalah bahwa terkadang ukuran fisik sekring tidak selalu menjadi masalah utama selama bisa dipasang dengan aman dan kapasitas ampere-nya sesuai atau tidak melebihi batas yang diizinkan. Tentunya untuk keamanan yang lebih baik, sebaiknya kita memilih sekring dengan ukuran yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan, tapi jika dalam kondisi darurat seperti ini, solusi semacam ini bisa menjadi pilihan sementara.
