Saturday, April 4, 2026

Cara bikin pupuk cair sendiri

 Berikut adalah beberapa cara membuat pupuk cair sendiri yang cocok untuk Wolffia globosa, yang membutuhkan unsur hara nitrogen, fosfor, dan kalium (NPK) serta mikro nutrisi:


Resep 1: Pupuk Cair dari Kotoran Hewan

- Bahan: 1 kg kotoran sapi/ayam, 5 liter air, 1 sdm gula merah, 1 sdm ragi instan.

- Langkah:

1. Campurkan kotoran hewan dengan air di wadah bersih, aduk rata.

2. Tambahkan gula merah dan ragi, aduk kembali.

3. Tutup wadah dengan kain basah, simpan di tempat terlindung selama 2-3 minggu.

4. Setelah fermentasi, saring cairan dan simpan di botol kedap udara.

- Cara pakai: Encerkan 1 liter pupuk dengan 10 liter air sebelum digunakan.

 

Resep 2: Pupuk Cair dari Limbah Dapur

- Bahan: Sisa sayuran/buah-buahan (dihancurkan), air bersih (perbandingan 1:3 atau 1:4 dengan limbah), 1 sdm gula merah/molase per 5 liter campuran, 1 sdm air kapur per 5 liter campuran (opsional, untuk menetralkan pH).

- Langkah:

1. Masukkan limbah yang sudah dicacah ke wadah, tambahkan air hingga terendam.

2. Tambahkan gula merah dan air kapur (jika digunakan), aduk rata.

3. Tutup wadah dengan kain agar udara bisa masuk, biarkan 1-2 minggu dan aduk setiap 2-3 hari.

4. Saring cairan setelah fermentasi selesai.

- Cara pakai: Encerkan dengan perbandingan 1:10 dengan air.

 

Resep 3: Pupuk Cair dari Bahan Dapur Sederhana

- Bahan: 1,5 liter air kolam/air cucian beras, 1 butir telur ayam, 1 sdm micin, 1 sdm garam krosok, 1 bungkus terasi (atau tape/Yakult), 1 sdm kecap manis/gula merah.

- Langkah:

1. Kocok telur hingga rata, campurkan dengan micin, aduk merata.

2. Masukkan campuran ke dalam air kolam/air cucian beras, tambahkan garam krosok dan terasi yang sudah dihancurkan.

3. Tambahkan kecap manis, aduk hingga semua bahan tercampur.

4. Simpan dalam wadah tertutup dan biarkan fermentasi selama beberapa hari hingga aroma khas muncul.

- Cara pakai: Encerkan dengan perbandingan 1:15 dengan air sebelum diberikan ke Wolffia.

 


Catatan Penting

- Gunakan pupuk dengan dosis rendah dan berikan setiap 2 minggu sekali untuk menghindari penumpukan nutrisi yang merusak tanaman atau menyebabkan pertumbuhan ganggang liar.

- Jika menggunakan pupuk dari kotoran hewan, pastikan proses fermentasi matang untuk membunuh bakteri berbahaya.

 


No comments:

Post a Comment