Sunday, July 5, 2026

Ganti Oli Mio Soul GT: Kejutan Harga Enduro Pertamina yang Melonjak Tajam

Pada hari Minggu, 5 Juli 2026, Mimin akhirnya sempat mengganti oli mesin motor kesayangan, Mio Soul GT berkapasitas 110cc. Penggantian kali ini dilakukan tepat saat odometer menunjukkan angka 2.000 kilometer. Jujur saja, jadwalnya sebenarnya sudah agak terlambat, karena hitung-hitung sudah hampir dua bulan sejak penggantian oli terakhir. Tapi lebih baik terlambat sedikit daripada tidak sama sekali, ya kan brosis? Agar mesin tetap awet dan performanya terjaga, Mimin pun langsung mampir ke bengkel langganan.

Sebelum berangkat, Mimin sempat mendengar selentingan dari berita online bahwa harga oli pelumas bakal naik. Katanya, penyebab utamanya adalah nilai rupiah yang terus melemah berbanding terbalik dengan nilai dolar Amerika Serikat yang semakin menguat. Karena sebagian besar bahan baku pelumas masih bergantung pada pasokan impor, wajar jika biaya produksi ikut terangkat. Namun, isu itu baru benar-benar Mimin rasakan kebenarannya hari ini saat melihat langsung label harga di bengkel.

Selama ini, Mimin selalu setia menggunakan oli merek Enduro buatan Pertamina. Sebagai produk BUMN, Mimin merasa lebih mendukung produk anak bangsa sekaligus sudah terbukti cocok dengan motor Mimin. Biasanya, harga satu botol oli ini hanya Rp45.000. Tapi hari ini, angka yang tertera sudah berubah menjadi Rp65.000!

Brosis bisa bayangkan kan bedanya? Kenaikannya mencapai Rp20.000 sekaligus. Jika dihitung persentasenya, nilainya menyentuh angka sekitar 20%. Ini angka yang terasa sangat tinggi, apalagi menurut Mimin ini adalah produk buatan negara sendiri.

Mimin jadi berpikir, kalau merek buatan dalam negeri saja harganya melonjak setinggi ini, berarti bisa disimpulkan bahwa untuk bahan baku oli pun Pertamina masih harus mengimpornya dari luar negeri. Padahal seharusnya, kenaikan harga untuk produk lokal tidak perlu sama persis dengan merek impor seperti Shell, Castrol, atau Yamalube.

Menurut pandangan Mimin, jika memang terpaksa harus menyesuaikan harga, kenaikan di kisaran 10% saja rasanya sudah cukup dan masih bisa dimaklumi. Artinya, seharusnya hanya naik sekitar Rp4.500 hingga Rp5.000 saja dari harga awal. Tapi kenyataannya, kenaikan yang terjadi justru mencapai 20%, bahkan ada yang bilang bisa sampai Rp25.000 untuk beberapa jenis varian.

Jujur, hal ini benar-benar meresahkan hati Mimin. Bagaimana dengan nasib kita para pengendara motor harian yang mengandalkan kendaraan ini untuk bekerja dan beraktivitas sehari-hari? Semoga ke depannya Pertamina bisa semakin mandiri dalam pasokan bahan bakunya, sehingga harga oli buatan sendiri tidak lagi terlalu bergantung pada naik turunnya nilai tukar asing, dan tetap terjangkau oleh kantong rakyat Indonesia.

 

 

 


No comments:

Post a Comment