Belakangan ini, Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) kembali menggemparkan para pemainnya dengan menghadirkan seri skin kolaborasi bersama salah satu game legendaris bergenre fighter, Street Fighter 6. Kabar ini tentu disambut antusiasme tinggi, namun sayangnya, setelah melihat hasil akhirnya, banyak pihak termasuk Mimin merasa bahwa paduan karakter ini terkesan dipaksakan.
Ada empat hero MLBB yang terpilih mendapatkan skin spesial ini, yaitu Paquito sebagai Ryu, Chou sebagai Ken, Guinevere sebagai Chun-Li, dan Dyroth sebagai Guile. Di antara keempatnya, ada yang terasa sangat pas, namun ada pula yang rasanya seperti disatukan paksa tanpa pertimbangan mendalam. Mari Mimin bahas satu per satu menurut sudut pandang Mimin ya:
Pertama, kita lihat Paquito yang ditandemkan menjadi Ryu. Menurut Mimin, ini adalah contoh yang sangat terasa dipaksakan, padahal Ryu adalah icon dari game street fighter ini. Mengapa begitu? Jelas jika dilihat dari segi kemampuan dan gaya bertarungnya sangat berbeda. Paquito yang aslinya adalah seorang petinju, tiba-tiba diubah menjadi ahli karate seperti Ryu. Masalah utamanya bukan hanya pada penampilan, melainkan hilangnya identitas utama sang karakter ikonik tersebut. Jurus andalan Ryu yang paling terkenal, yaitu Hadoken (bola energi yang meluncur bagaikan peluru) sama sekali tidak ada di kemampuan Paquito.
Begitu juga dengan Shoryuken, serangan tinju ke atas yang dilakukan sambil melompat, pun ikut lenyap. Padahal, dua jurus inilah yang menjadi jati diri Ryu yang paling mudah dikenali, dan aneh saat in game Ryu ini bisa mengeluarkan Shield, sejak kapan Ryu punya Shield ya?
Kedua, ada Chou yang ditugaskan menjadi Ken. Mimin rasa, masalahnya hampir mirip dengan kasus sebelumnya. Chou yang mengandalkan aliran kungfu, tiba-tiba dibalut identitas Ken yang merupakan ahli karate. Sekali lagi, jurus andalan Ken berupa Hadoken tidak ditemukan di mana pun dalam gerakan Chou, tapi untungnya masih muncul Shoryuken meski samar! Lah kenapa samar? Karena gerakan tersebut masuk combo kesekian jadinya jika tidak jeli, gerakan ini tidak akan nampak.
Perlu diingat bahwa Ryu dan Ken sebenarnya adalah dua karakter yang sangat mirip, nyaris serupa, hanya berbeda segi penampilan dan warna seragam saja. Jadi, tidak heran jika kekurangan yang dirasakan pun terasa sama besarnya.
Berikutnya adalah Dyrroth yang memerankan Guile. Untuk kasus yang satu ini, Mimin rasa masih bisa dimaafkan dan cukup masuk akal. Terutama pada skill pertamanya dyroth yang berubah menjadi Sonic Boom dan pastinya berdiri sendiri (bukan gerakan combo), sangat cocok dan pas dengan karakter Guile.
Namun, kekurangannya ada pada penampilan visualnya Dyroth yang aslinya berwajah muda dan gagah, harus berubah menjadi sosok yang terlihat lebih tua seperti om-om.
Terakhir, ada Guinevere yang mendapatkan skin Chun-Li. Dari keempat nama yang ada, Mimin nilai ini yang paling tidak terkesan dipaksakan. Serangan pamungkas atau Ulti milik Guinevere sangat pas dan cocok, begitu pula dengan jurus andalan Chun-Li yaitu Spinning Bird Kick.
Memang masih ada yang terasa kurang, seperti absennya Hyakuretsukyaku (serangan ribuan tendangan) dan Kikoken (bola energi). Namun setidaknya, ciri khas karakter Chun-Li, khususnya jurus-jurus andalan utamanya, masih bisa dikenali dan tidak sekadar berganti kostum saja.
Demikianlah pendapat Mimin pribadi mengenai kolaborasi skin MLBB x Street Fighter 6 ini yang sebagian besar terasa dipaksakan. Bagaimana menurut kalian, brosis? Apakah kalian setuju dengan pandangan Mimin, atau justru memiliki pendapat yang berbeda?
Source gambar: MLBB





No comments:
Post a Comment