Friday, November 21, 2025

Solusi Ampuh Mengatasi Tombol Volume dan Power Android yang Bermasalah

 Tombol volume dan power di ponsel Android adalah bagian vital yang sering kita gunakan sehari-hari. Namun, apa jadinya jika tombol-tombol ini bermasalah? Misalnya, tombol terasa tenggelam atau bahkan tidak berfungsi sama sekali. Tentu ini bisa sangat menjengkelkan, bukan? Tenang, Brosis! Mimin punya solusi jitu untuk mengatasi masalah ini.

Mengatasi Tombol yang Tenggelam atau Tidak Berfungsi

Jika tombol volume atau power di ponsel Android Brosis mengalami masalah fisik seperti tenggelam atau tidak responsif, jangan langsung panik. Ada cara mudah yang bisa Brosis lakukan untuk sementara waktu, yaitu dengan memanfaatkan fitur aksesibilitas yang ada di ponsel Android.

Langkah-langkahnya:

1. Masuk ke Pengaturan: Buka "Pengaturan" di ponsel Android Brosis.

2. Pilih Pengaturan Tambahan: Cari dan pilih opsi "Pengaturan Tambahan".

3. Akses Aksesibilitas: Di dalam "Pengaturan Tambahan", cari dan pilih menu "Aksesibilitas".

4. Aktifkan Menu Aksesibilitas: Pada menu "Aksesibilitas", cari opsi "Menu Aksesibilitas".

5. Aktifkan Pintasan Tombol Geser: Setelah pilih "Menu Aksesibilitas", akan ada opsi untuk mengaktifkan "Pintasan" tombol dibawah tinggal digeser. Aktifkan opsi ini.

 


Cara Menggunakan Pintasan Aksesibilitas

Setelah mengikuti langkah-langkah di atas, Brosis akan melihat ikon orang muncul di bar paling bawah layar ponsel. Ikon ini adalah pintasan aksesibilitas yang baru saja Brosis aktifkan.


- Mengatur Volume: Ketika Brosis menekan ikon orang tersebut, akan muncul berbagai opsi, termasuk opsi untuk mengatur volume. Brosis bisa dengan mudah memperbesar atau memperkecil volume sesuai kebutuhan.

- Mengakses Tombol Power: Selain volume, Brosis juga bisa mengakses tombol power melalui pintasan ini. Jadi, meskipun tombol power fisik bermasalah, Brosis tetap bisa mematikan atau me-restart ponsel dengan mudah.

 

Tips Tambahan

Selain menggunakan fitur aksesibilitas, Brosis juga bisa mencoba membersihkan tombol fisik dengan hati-hati menggunakan kain lembut atau cotton bud yang sedikit dibasahi alkohol. Terkadang, kotoran atau debu yang menumpuk bisa menjadi penyebab tombol menjadi tidak responsif.

Semoga solusi ini bermanfaat ya, Brosis! Jika masalah tetap berlanjut, sebaiknya Brosis membawa ponsel ke tukang servis profesional untuk diperbaiki lebih lanjut.

Tuesday, November 18, 2025

Lem Ban Luar Ajaib: Solusi Praktis untuk Ban Retak dan Kempis?

 Brosis pasti pernah mengalami masalah ban motor atau mobil yang retak-retak atau bahkan sering kempis, kan? Masalah ini memang menjengkelkan, apalagi kalau terjadi saat sedang dalam perjalanan. Nah, belakangan ini Mimin menemukan solusi yang cukup menarik dan patut dicoba, yaitu lem ban luar.

Produk lem ban luar ini cukup mudah ditemukan di berbagai toko online dengan harga yang sangat terjangkau, sekitar Rp. 16.000 untuk kemasan 60ml. Harganya memang bisa berbeda-beda tergantung dari masing-masing toko, tapi tetap saja tergolong murah meriah.

 

Merek bahasa China, asli gak ngerti😅

Pengalaman Mimin dengan Lem Ban Luar

Ban motor Mimin sendiri sudah mulai menunjukkan tanda-tanda penuaan, yaitu retak-retak di beberapa bagian dan seringkali kempis tanpa alasan yang jelas. Karena penasaran, Mimin akhirnya memutuskan untuk mencoba lem ban luar ini.

Cara penggunaannya pun cukup sederhana. Mimin hanya perlu mengoleskan lem secara merata pada bagian ban yang retak. Setelah itu, diamkan hingga lem mengering sempurna. Proses pengeringannya memang membutuhkan waktu, jadi pastikan brosis melakukannya saat tidak sedang terburu-buru.

Setelah menunggu beberapa saat, Mimin mulai memantau kondisi ban. Dan hasilnya cukup menggembirakan! Selama dua hari pemantauan, ban tidak lagi kempis seperti sebelumnya. Ini mengindikasikan bahwa lem ban luar ini bekerja dengan baik dalam menambal retakan-retakan kecil pada ban.

Kesan dan Aroma

Saat pertama kali membuka kemasan lem ban, aroma karet langsung tercium dengan jelas. Aromanya mirip dengan aroma ban baru, yang menandakan bahwa bahan utama lem ini memang terbuat dari karet.

Apakah Lem Ban Luar Ini Layak Dicoba?

Berdasarkan pengalaman Mimin, lem ban luar ini bisa menjadi solusi praktis dan ekonomis untuk mengatasi masalah ban retak dan kempis ringan. Namun, perlu diingat bahwa lem ini mungkin tidak cocok untuk kerusakan ban yang parah atau sobek yang besar. 

Tips Tambahan dari Mimin:

- Pastikan permukaan ban yang akan dioleskan lem sudah bersih dan kering.

- Oleskan lem secara merata dan tidak terlalu tebal.

- Biarkan lem mengering sempurna sebelum digunakan.

- Periksa kondisi ban secara berkala setelah menggunakan lem. 

Semoga artikel ini bermanfaat bagi brosis semua! Jika ada yang punya pengalaman lain dengan lem ban luar, jangan ragu untuk berbagi di kolom komentar, ya!

 

 


Setelah Berpuluh Tahun, Jetpump Akhirnya Diganti: Pengalaman dengan Pompa Submersible

Setelah setia menemani selama puluhan tahun, akhirnya tiba juga saatnya pompa air jetpump di rumah Mimin pensiun. Usianya yang sudah uzur diduga menjadi penyebab utama, apalagi setelah Kang Pompa panggilan akrab tukang servis pompa andalan Mimin mendiagnosis spull-nya gosong. Tanpa pikir panjang, Mimin memutuskan untuk membeli pompa air baru. Pilihan jatuh pada pompa air submersible atau pompa celup.

Singkat cerita, setelah mengeluarkan kocek sebesar 2,5 juta rupiah, pompa submersible baru pun terpasang lengkap dengan ongkos pasang. Mimin juga mendapat tambahan pipa paralon sepanjang 2 meter dengan harga 40 ribuan. Awalnya, semua berjalan lancar. Pompa bekerja dengan baik dan kebutuhan air di rumah terpenuhi.

Namun, kebahagiaan itu tak berlangsung lama. Beberapa minggu kemudian, Mimin mendapati pompa airnya tidak mengeluarkan suara sama sekali alias hening. Indikator terminal lampu memang menyala merah, tapi air tak kunjung keluar. Panik? Tentu saja! Apalagi ini pompa baru, masa’ sudah rusak?

Dengan perasaan was-was, Mimin mencoba mematikan dan menyalakan kembali pompa tersebut. Saat itulah, mata Mimin tertuju pada sebuah tombol kecil di bawah tombol power. Tombol itu tampak menonjol. Insting Mimin mengatakan ada sesuatu yang tidak beres di sini. Tanpa ragu, Mimin menekan tombol tersebut.



Ajaib! Pompa air kembali menyedot air dengan normal. Lega rasanya! Dari kejadian ini, Mimin menarik kesimpulan bahwa jika listrik di rumah anjlok alias njeglek, tombol di terminal pompa submersible akan otomatis menonjol. Solusinya cukup sederhana: tekan kembali tombol tersebut, dan pompa akan kembali berfungsi seperti semula.

Pengalaman ini menjadi pelajaran berharga bagi Mimin. Ternyata, masalah pompa air mati tidak selalu berarti kerusakan fatal. Bisa jadi, hanya karena njeglek dan tombol pengaman yang aktif. Kalau langsung dibawa ke tukang servis, kan rugi bandar, Brosis!

Jadi, buat Brosis yang mengalami masalah serupa dengan pompa submersible-nya, jangan panik dulu. Coba cek dulu bagian tombol di terminal pompa. Siapa tahu, masalahnya hanya njeglek dan bisa diatasi dengan mudah. Semoga pengalaman Mimin ini bermanfaat, ya!